Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Sabtu, 17 Februari 2024

Alasan aku lebih suka kesepian

 Tuesday, Feb 6 - 2024

12:08

 

Di ruang kelas kuliah ada beberapa anak saling omong-omongan, sedangkan aku duduk di pojokan sedang mendengarkan lagu karena jam kuliah masih kosong menuggu Dosen berikutnya, salah satu rekan belajar memanggilku dan aku menanggalkan headset dari telingaku. Setelah berbicara dengan rekan tersebut, salah satu rekan kuliah berbicara mengenai golongan darah, menebak golongan darah salah satu teman kami, dan akhirnya semua orangpun ingin ditebak golongan darahnya. Aku pun juga ikutan menanyakan ingin ditebak juga, namun beberapa teman kerap memotong pembicaraanku sampai lebih dari lima kali, sampai teman yang duduk di sebelahku tertawa.Akupun kembali memasang headset ke telingaku dan membesarkan volume lagu di hp ku.

Jenuh. Ini bukan kali pertamanya aku merasakan pengalaman seperti ini. Saat aku di kampung halamanpun begitu, saat mama selalu menegur aku yang kerap tidak suka bergaul dan sangat suka menyendiri di kamar. Sesekali aku pernah ikut membaurkan diri dengan beberapa tetangga, namun pengalaman yang aku rasakan malah hal seperti ini. Aku berusaha berbicara menyakan ini dan itu supaya dapat berbaur tetapi malah pembicaraanku seakan tidak terdengar Mencoba berbaur tetapi selalu merasa tak dianggap.

Mungkin hanya aku yang mengalami hal seperti ini di dunia yang luas ini? Berusaha melawan zona nyamanku dalam menikmati hal-hal yang dapat aku lakukan dengan tenang dalam kesendirianku, tetapi malah kerap berakhir seperti mahluk halus yang berharap untuk ikut bersosialisasi, tidak terlihat.

Jujur ini yang menjadi salah satu alasanku untuk tidak mau menjadi guru. Profesi yang mengharuskanku untuk memaksa wajahku berhadapan dengan banyak orang. AKu tidak sanggup jika harus menyabit luka yang sama. Aku lebih senang pekerjaan yang hanya menuntutku untuk mengerahkan energiku, tenagaku, tanpa harus banyak cit-cat dengan siapapun, walaupun pekerjaan itu hanya sebagai buruh pabrik, tapi aku dapat menikmati pekerjaan tersebut.

Tidak. Aku sama sekali tidak bermaksud menyalahkan siapapun. AKu hanya menginginkan diriku untuk lebih berhati-hati dalam berusaha berinteraksi dengan orang lain, sebaiknya menjaga diriku dalam keadaan diam dan tenang adalah solusi terbaik untuk menjaga perasaanku sendiri. 

Eh wait, teman aku ada yang ngajakin pergi shalat duhur, jadi aku stop nulis dulu ya. See you. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku dan pikiranku

 Aku iri dengan anak-anak yang orang tuanya memberi kebebasan anaknya untuk memilih jalan dan menata masa depannya sendiri. Bahkan aku iri d...